Selasa, 16 Agustus 2011

BERKIBARLAH KEMBALI SANG MERAH PUTIH




Sang Merah Putih sedang berMURAM DURJA
Menjuntai KUYU , terkulai lesu, dengan wajah nyang PIAS tak berseri...
Ditarik, dikibarkan diberbagai tempat upacara
Diberi hormat, tuk mengenang para PAHLAWAN nyang memperjuangkannya....


Apakah itu tinggal FORMALITAS belaka?
Sekedar PELENGKAP SANDIWARA?
Para pemuda nyang GAGAH PERKASA, CERDAS tiada tara......
Ada nyang MENGUKIR PRESTASI diseantero Negeri.... tetapi
Ada pula nyang meringkuk dijeruji besi.....
Nestapa, meratapi akan PRAHARA nyang sedang dihadapi.....
Korupsi.........


Akankah Sang Saka MERAH PUTIH dapat berkibar denag GAGAH kembali?
Bebas MERDEKA , mengangkasa , melambai menyapa diseantero Negeri....
karena PRESTASI hasil KARYA nyang BERGENGSI dari ANAK NEGERI........
Bukan KUYU karena KORUPSI........


Insya Allah........
DIRGAHAYU …. INDONESIA KU......
Surabaya, 17 Agustus 1945 - 2011
UPW

Kamis, 14 Juli 2011

PARTAI RATU ADIL vs PARTA RATAU ADIL

Tiba2 TERLINTAS dibenak saya....... Andaikan saja .. Negeri tercinta ini hanya memiliki 2 PARTAI saja.... Nyang satu diberi nama PARTAI RATU ADIL dan satunya PARTAI RATAU ADIL.... bagaimana ya?

Kan ARAHnya malah LEBIH JELAS, tidak lagi ABU - ABU...... Lebih GENTLEMEN dan tidak perlu diBINGUNGKAN dan dihabiskan waktunya untuk mikir2 maslah KOALISI......
Partai TERPILIH akan LEBIH FOKUS mementingkan KESEJAHTERAAN, KEAMANAN dan KEBAHAGIAAN rakyatnya........


Kapan????
Surabaya, 15 juli 2011
UPW

Sabtu, 09 Juli 2011

BerPUASA...Haruskah BOROS,MENUNTUT orang lain untuk MENGHORMATI MEREPOTKAN??

BerPuasa, berPANTANG, atau "NGLAKONI MEMATIKAN SEGALA NAFSU BURUK", adalah HAK, dan MILIK setiap MANUSIA nyang hidup dibumi ini....
Kegiatan itu dilakukan atas dasar KEYAKINAN dari masing - masing pribadi. Dan tentunya kegiatan tersebut HAKEKATnya adalah unuk tujuan KEBAIKAN....

Namanya saja berPUASA, artinya MENAHAN NAFSU, mengurangi segala keinginan DUNIAWI..., lebih menDEKATKAN diri pada Sang Maha Pencipa Langit dan Bumi, Mohon Ridlho dan AMPUNAN atas segala keburukan nyang pernah dilakoninya.... Untuk itulah tentunya, manusia DIUJI KESABARANNYA, KETAKWAANNYA, IMAN nya, dan bagaimana dapat berhasil menahan NAFSU KEDUNIAWIANnya..... Bagaimana manusia MENGURANG2i segala keinginan duniawinya, bebas dari segala KEBOROSAN dan HIRUK PIKUK untuk menyiapkan KEMEWAHAN DUNIAWI.......Padahal, semakin banyak mengatasi GODAAN, maka semakin TINGGI KELAS KEIMANANNYA....... Dan... semestinya jika manusia sudah NIAT berPUASA, diapun juga TIDAK SEHARUSnya MEREPOTkan, apalagi MENGGANGGU kehidupan rutinitas orang lain, bahkan menyuruh dan berharap orang lain MENGHORMATInya...... Karena justru itulah UJIAN nya....

Saya seringkali TERSENYUM sendiri, saat banyak orang nyang menjalankan PUASA, tetapi justru MEREPOTKAN orang lain, lebih boros dari biasanya.... Nyang lebih PARAH lagi jika MENUNTUT agar orang lain mengHORMATInya, bahkan harus mengHENTIKAN aktifitasnya untuk mencari nafkah......

Surabaya, 10 - 07 -2011
UPW

BerPUASA...Haruskah BOROS,MENUNTUT orang lain untuk MENGHORMATI apalagi MEREPOTKAN??

Jumat, 08 Juli 2011

PERATURAN nyang menjadi EFEK DOMINO terjadinya PELANGGARAN BERJAMAAH/KETIDAK JUJURAN SISTEMIK

Benarkah PERATURAN2 nyang dibuat TIDAK DIDASARKAN PADA REALITA KEHIDUPAN, menjadi PENYEBAB EFEK DOMINO terjadinya PELANGGARAN BERJAMAAH/”KETIDAK JUJURAN SISTEMIK "diNegeri tercinta ini???

Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan atau mengibaskan rambut (bagi nyang masih berambut), dalam membuat , PERATURAN nyang EFEKTIF. Apalagi jika peraturan tersebut diberlakukan pada lingkungan nyang HETEROGEN.
Agar PERATURAN nyang dibuat, menjadi EFEKTIF saat dilaksanakan, maka memang dibutuhkan PROSES PANJANG. Data nyang dikumpulkan harus RELEFAN, AKURAT. Selain itu, jika Peraturan nyang dibuat BERTUJUAN untuk MEMPERBAIKI, SISTEM dan kondisi nyang ada, tentunya harus dipilih aturan nyang SESUAI, nyang pada saat diterapkan, benar-benar tidak MUBAZIR....Baik itu PERATURAN LESAN, apalagi PERATURAN TERTULIS dan menjadi KETETAPAN..... baik nyang ada SANKSI maupun tanpa sanksi....
Perbuatan MELAWAN ARUS, apalagi nyang berkaitan dengan masalah KEJUJURAN, tidaklah setap pribadi BERANI melakukannya, apalagi dengan RESIKO harus diKUCILkan, atau dimatikan KARIER, hingga MEMBUNUH KARAKTER.
Contoh konkrit nyang baru saja RAMAI dibicarakan diMEDIA adalah KASUS IBU SIAMI dari desa Gadel Jatim nyang harus menerima PENGUSIRAN dari rumahnya sendiri, oleh para warga, sehubungan dengan KEBERANIANnya mnyuarakan KEJUJURAN disekolah anaknya di SD Gadel.
Masih BERUNTUNG, berita ini terEKSPOSE diMEDIA, sehingga menyebabkan mayoritas justru MENDUKUNG ibu Siami, dan nyang lebih memBESARKAN HATI, ibu Siami dan keluarga sempat DIKUNJUNGI oleh MENTERI, WALIKOTA dan PEMUKA MASYARAKAT lainnya... Karena saya YAKIN, masih banyak ibu siami – ibu siami nyang lainnya, nyang tidak terekspose, dan tidak seberuntung ibu Siami, dalam hal ini, mendapat PERHATIAN KHUSUS dari para PETINGGI NEGARA...
Sebenarnya, jika ditelaah lebih dalam lagi, ajakan gurunya untuk melakukan perbuatan TIDAK TERPUJI kepada murid-muridnya nyang akan menjalankan UNAS untuk mencontek, TIDAK SEPENUHNYA bisa dipersalahkan...... Meskipun secara NORMATIF, perbuatan guru tersebut bisa dikategorikan perbuatan TERCELA. Tetapi dilain sisi, BISA JADI hal tersebut dilakukan karena KEADAAN TERPEPET, yakni guru tersebut justru ingin MENDONGKRAK GRADE SEKOLAHnya, nyang disebabkan karena PERATURAN DIKTI dalam hal PENETAPAN GRADE......... Jika hal ini BENAR, maka sungguh sangat BERNASIB MALANGlah guru nyang PECAT/DIGUSUR/DIMUTASI tersebut. Karena beliaunya juga menjadi salah satu KORBAN akibat Peraturan nyang ada......
Ada contoh lain, tentang Peraturan PEMBELIAN BBM BERSUBSIDI..... Karena Peraturannya dibuat tidak didasarkan pada REALITA kondisi masyarakatnya, maka Peraturan tersebut justru menjadi SANGAT TIDAK EFEKTIF, bahkan menjadikan SEMAKIN SUBURnya PERBUATAN KETIDAK JUJURAN masyarakatnya............ ?????????
Surabaya, 09 – 07 -2011
UPW

Senin, 20 Juni 2011

TKI bak BERPERANG DIMEDAN LAGA tanpa SENJATA...

TKI bak BERPERANG KEMEDAN LAGA tanpa SENJATA....
Kasus Ruyati, TKI nyang diPANCUNG di Arab Saudai, dan terkesan “terburu2” atau mendadak, beritanya tiba – tiba MENYERUAK, menyisihkan berita – berita besar, seperti kasus Nazarudin, Neneng, maupun Nunun....
Berita eksekusi ini memang sangat MENGEJUTKAN bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak?TKI nyang seharusnya menjadi PAHLAWAN DEVISA di indonesia, tiba-tiba harus berubah menjadi PETAKA, tidak saja bagi dirinya sendiri, maupun keluarganya, tetapi juga harus menyeret-nyeret petinggi – petinggi Pemerintah, dengan diSANGSIkannya KEPEDULIAN Pemerintah Indonesia terhadap PERLINDUNGAN TKI, dalam hal ini di Arab Saudi....
Saling tuding antar Departemen/institusi, untuk saling menyalahkan, ramai menghiasi media setelah kejadian tersebut. Kembali, masalah KOORDINASI dan PENGAWASAN nyang SANGAT LEMAH diNegeri tercinta ini, menjadikan peristiwa TRAGIS ini harus HADIR .
Dan nyang lebih tragis lagi adalah, kejadian tersebut terjadi, tidak sampai seminggu setelah presiden berpidato tentang PERLINDUNGAN terhadap tenaga kerja di ILO. Hal ini tentunya menjadi TAMPARAN nyang cukup TELAK.....
Seharusnya , Pemerintah dalam hal ini tidak perlu MEMBELA DIRI, apalagi merasa tidak bersalah.....
Karena hal ini sudah terlanjut terjadi, maka sudah seharusnya Pemerintah tidak hanya cukup MERATAPINYA... tetapi harus segera melakukan PEMBENAHAN REVOLUSIONAIR terhadap SYSTEM PENGIRIMAN TKI.......
bersambung.... (lanjutannya lebih detail n siiip... tunggu ya..)

un

Senin, 13 Juni 2011

NYANG BANYAK bukan GARANSI NYANG TEPAT...

Suatu ketika, disuatu perkuliahan saya menanyakan suatu SOAL nyang saya sudah MENGANTONGI jawabnya nyang betul......
Ternyata sekitar lebih dari 25 mahasiswa nyang hadir disitu, menjawab tidak sama dengan jawaban BENAR nyang saya kanthongi. Karena jawaban tersebut kebetulan soal HITUNG2 an, makanya satu2 nya jawaban nyang betul, ya jawaban nyang saya kanthongi....
Sayapun mengatakan didepan mereka :"berarti PENDAPAT BANYAK orang TIDAK SELALU TEPAT"........
Nah kalau di kaitkan dengan bagaimana masyarakat MEMILIH ORANG NYANG TEPAT, berarti TIDAK SELALU bahwa NYANG TERBANYAK adalah NYANG TEPAT.... Apalagi jika didalam MEMILIH diNTERVENSI dengan TEKANAN, PAKSAAN, KEKUASAAN, "RA IDEP ISIN"apalagi sekedar PEMENUHAN KEBUTUHAN PERUT SESAAT.......
Semua memang harus CERMAT , dan sesuai HATI NURANI.......
????