Jumat, 16 Oktober 2009

MEROKOK SETALI TIGA UANG DENGAN MENYALAKAN MERCON



MEROKOK dan MENYALAKAN MERCON hampir mirip. Kedua-duanya
1. MEMUASKAN pelakunya, tetapi berdampak buruk bagi orang lain, khususnya yang
berdekatan dengan pelakunya.....
2. Belum ditemukan keUNTUNGANnya, selain MEMBAKAR UANG.....
3. Cara menyalakan sama.........DIBAKAR

Merokok memberikan kenikmatan bagi pelakunya, tetapi asapnya menjadikan PENYAKIT bagi orang - orang dan lingkungan disekitarnya...
Menyalakan mercon memberikan kepuasan dan kesenangan bagi pelakunya, tetapi membuat JANTUNGAN bagi orang -orang disekitarnya.... sekitarnya....

Jika dilakukan secara PRIVASI dengan PENYEDOT ASAP serata PEREDAM SUARA.....maka RESIKO DITANGGUNG DEWE tanpa MERUGIKAN PIHAK LAIN.....

Surabaya, 17 Oktober 2009
UPW

Senin, 12 Oktober 2009

APA PERNAH ADA ORANG MATI KARENA DIBUNUH SETAN?


Sebetulnya, justru ORANG HIDUP lebih menakutkan dibanding dengan ORANG MATI.
ORANG MATI sudah tidak bisa meneror, apalagi ngebom.Sebaliknya ORANG HIDUP masih bisa mencekik, ngebom, meneror dan bikin ULAH lainnya....

Pertanyaannya: Kenapa manusia LEBIH TAKUT sama ORANG MATI?

Jumat, 02 Oktober 2009

NOT UNIVERSAL DEMAND


Ya Allah Tuhan MAHA PENCIPTA LANGIT, BUMI dan SEISINYA.......
Siapa yang kuasa menolak kehendakMu?........
Bumi terGUNCANG kembali......Sekarang menimpa saudara-saudara di Padang.....
Berilah KEKUATAN ya Tuhan....

BTW........

Jika judul diatas terasa JANGGAL ditelinga, terjadi karena saya SULIT menamakannya...

Umumnya ada DEMAND maka diikuti dengan SUPPLY
Jika terjadi PERMINTAAN yang tinggi tetapi tidak diikuti supply yang tidak berimbang, umumnya ya HARGA jd tinggi, KEUNTUNGAN ada bagi pihak pemasok/produsen. Dan dalam hukum ekonomi ya WAJAR-WAJAR saja.....

Tapi jika itu terjadi pada saat terjadi BENCANA......maka itu menjadi TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN....

Jelas-jelas lagi ada MUSIBAH ......harga TIKET PESAWAT malah NAIK berkali kali lipat.... (ulah oknum atau siapapun itu tidak WAJAR).......
Demikian juga harga BBM di tempat MUSIBAH pun dijual MAHAL luar biasa.....
Para Pemulung BERPESTA PORA diantara RERUNTUHAN......

Disisi lain, manusia-manusia dinegara diluar NEGARA TERCINTA ini (dari NEGARA-NEGARA LAIN) tergopoh-gopoh, berbondong - bondong CANCUT TALIWONDO datang memberikan bantuan.......

OPO TUMON?????????

PUISI ini harus aku ulang lagi...


GEMPA DI JOGJA

Gempa di Yogya…. Telah meluluh lantakkan kota…..
Petaka bagi rakyat papa..........menyisakan derita dan trauma......
Gempa di Yogya membuat porak poranda
Alam, rumah dan seisinya.......
Membuat pilu bagi sanak keluarga...
Suami kehilangan istri.......atau sebaliknya
Anak kehilangan bapak , ibunya atau kedua-duanya
Orangtua kehilangan anaknya...
Pacar kehilangan kekasihnya........

Namun....

Cinta tidak pernah sirna BAGI YANG MASIH MANUSIA...........
Bagi yang masih manusia..... justru cinta semakin membara............ cinta ada dimana
mana.......
Segala iri, dengki, sakit hati, permusuhan menjadi sirna...........
Gempa di Jogja menjadi perekat cinta kasih ...
Antar politikus.......
Antar suku bangsa....
Antar tetangga....
Antar anak bangsa....
Cancut taliwanda bersama-sama bahu membahu.... saling menyapa, menghibur dan bekerja sama
Membangun kembali kota ini.....
Beras, lauk pauk, air dan tenaga..... berpacu... berbondong,... menghibur, menyejukkan hati... membungkus lara.....menyembuhkan lapar dan dahaga......

Gempa di Jogja... menambah pelajaran berharga bagi siapa saja....
Juga anak bangsa dinegeri tercinta Indonesia......

Gempa Jogja membawa berkah
Bagi penjual tenda, sembako, mi instan, air mineral,jasa pengangkutan,bahan bangunan,peralatan tukang, pengusaha koran,spanduk, stasiun radio, televisi dll..dll juga
Bagi pemburu berita ... bagi sukarelawan, seniman ...karena dengan karya-karya mereka.... yang telah disumbangkan ......menjadi amalan bagi mereka.
Bagi siapa ya..........?????

Ya Tuhan
Hentikan bencana ini....
Turunkanlah pelajaran, berkah bukan dari bencana........

Surabaya 06-06-06 jam 06-06
Unik Wardhono

Minggu, 27 September 2009

BUAH MANGGA


POHON MANGGA

Asriningtamani tersenyum, menyaksikan pohon mangga yang ditanam dirumah barunya,setahun yang lalu sudah mulai tumbuh . Bahkan pertumbuhannya sangat pesat, dan sudah mulai berbunga…Buah yang ranum sebentar lagi bisa dipetiknya bersama suami dan anak-anaknya. Dan bisa dibagikan kesaudara dan tetangga - tetangganya

Tiba-tiba Asri terhenyak kaget sendiri, disaat dia sadar, bahwa sebentar lagi dia bersama suami dan anak-anaknya harus meninggalkan rumah dan halaman yang ditumbuhi pohon mangga itu. Tinggal menghitung hari mereka harus pindah. Bahkan barang-barang dan perabotan sudah dipak, tinggal diberangkatkan.
Impian Asri harus pupus, karena Asri dan keluarganya harus pindah kekota lain, sehubungan kepindahan tugas kantor suaminya, yang tidak bisa tidak mengharuskan seluruh keluarga , Asri dan anak-anaknya menyertai suaminya . Dan rumah itu sudah akan dikontrak pak Luhur beserta keluarganya. Pak Luhur adalah teman sejawat suaminya, yang kebetulan juga dipindahkan dari Jakarta ke Solo, dan menempati posisi suaminya dikantor lama yang segera akan ditinggalkan.

Demikianlah hari H kepindahan Asri dan keluarganya tiba. Semua barang-barang dan perbotan yang sudah dipak dan dimasukkan truk milik biro ekspedisi, siap diberangkatkan. Rencananya, Truk yang mengangkut perbaotan Asri berangkat duluan, sedang Asri, suami dan anak-anaknya menyusul dengan kendaraan pribadi.

Mobil yang mengangkut Asri beserta keluarga, pelan-pelan mulai menyusuri halaman rumah tinggal mereka yang ditumbuhi beberapa pohon mangga....teduh dan asri.......Sampai didepan gerbang rumah, Asri yang duduk disamping suaminya yang menyopir, membuka kaca jendela mobil disampingnya. Asri hendak menitipkan pesan pada Pak Daliman tukang kebunnya, yang baru akan menyusul mereka setelah Pak Luhur dan keluarga datang. Setelah membukakan gerbang, pak Daliman tergopoh – gopoh tunduk sopan menghampiri jendela mobil samping Asri. :”Pak Daliman, sementara Pak Daliman belum menyusul saya, rawat baik-baik tanaman-tanaman dan pohom – pohon mangga yang ada ya pak,,,,jangan lupa menyirami dan menyemprot kalau ada hama yang menyerang.”...Jawab pak Daliman: ”Dalem bu....akan saya laksanakan semua pesan ibu....Sugeng tindak...”. Sambil menutup kaca jendela mobil kembali ,. Sementara mobil mulai meninggalkan rumah itu, Asri masih menoleh memperhatikan pohon-pohon mangga di kebun dihalaman rumahnya, hingga pohon mangga tadi sudah tidak terlihat lagi oleh Asri......

Dalam mobil Asri bergumam lirih......: ”Yang MENANAM...dialah yang akan MENUAI BUAHnya.........”

”Sebetulnya siapa ya yang paling berhak MENUAI BUAH dari pohon yang ditanam?
Yang menuai benihnya dan menanam, atau yang menyirami, memupuk dan menyianginya atau yang tidak ngapa – ngapain ya?”

Asri kaget, karena suaminya yang sedang pegang kemudi ternyata mendengar gumamannya dan menyahutinya :” Mommy itu pasti ga rela alias tidak ikhlas ya......pohon-pohon mangga yang ditanam dan dirawat bersama pak Daliman, sebentar lagi berbuah ranum, manis...tapi yang memetik justru pak Luhur dan keluarga nya? He...he..he...”
”Yaah....ikhlaskan saja mom.......percayalah kalau mommy ikhlas....maka buah yang lebih lezat, lebih ranum akan diperoleh mommy........toh kalau cuma mangga, kita bisa beli disupermarket...nggak kalah kok lezatnya..” Suami Asri berbicara sedikit menggoda tapi sebenarnya mengandung kata-kata yang berusaha menghibur sang istri sekaligus menyejukkan hati Asri.......
”Tapi.....” Asri yang nampaknya belum puas dengan jawaban suaminya, kata –katanya dipotong oleh suaminya......”Sudahlah mom...kalau toh didunia ini belum bisa memetik buahnya...Insya Allah kalau AKHERAT memang betul-betul ada mommy akan menuainya disana....Bukan lagi hanya mangga yang lezat...tapi PENCERAHAN ABADI hadiah dari segala hadiah...BUAH dari segala BUAH ke IKHLASAN dan KEBAIKAN yang diTANAM saat hidup didunia......”
”Ha...ha...ha..yah sudahlah...mungkin rejekinya pak Luhur dan keluarganya...siapa tahu itu juga hasil dari apa yang diTANAM pak Luhur dan keluarganya selama ini ditempat lain, dan menuainya dirumah kita......” Ikhlas atau tidak, toh tidak pantas aku mengambil buah-buah mangga itu, selagi kita sudah pindah rumah, dan rumah itu sudah dikontrak oleh pak Luhur,,,,,,” ”Jadi lebih baik mommy IKHLAS kan saja......”
Akhirnya suasana dalam mobil yang semula agak tegang menjadi cair dan nyantai, penuh tawa dan keikhlasan dari Asri suami dan anak-anaknya.......

Dalam hidup, tetap yakinilah bahwa siapa MENANAM, MEMUPUK dan MERAWAT baik itu BUAH atau BUNGA dalam arti yang sesungguhnya. Bisa juga segala KEBAIKAN ataupun KEBURUKAN pastilah akan MENUAInya..... Buah yang diPETIK bisa langsung pada saat yang ditanam itu berbuah, , atau BUAH HASIL AKUMULASI dari yang selama ini ditanam. Bisa jadi ditempat dimana dia menanam, atau ditempat lain yang tidak kita ketahui.................

Surabaya, 2009-09-27
UPW

Jumat, 25 September 2009

SELILIT DISELA GIGI GELIGI



Tiga bulan terakhir ini, Centini sudah mulai merasakan, bahwa gigi geliginya sering mendapat masalah, karena banyak gigi-giginya yang berlubang. Khususnya, disaat selesai makan daging atau ayam, maka selalu saja ada daging yang menyangkut disela-sela gigi geliginya, dan hobi bercokol disela-sela giginya yang berlubang…….Jika tidak dibersihkan dengan bantuan tusuk gigi, atau sikat gigi maka serat daging itu tidak mau pergi dari sela-sela giginya. Yang lebih fatal lagi, jika nyangkutnya terlalu dalam, maka disikat atau diogrok2 (Jw) dengan tusuk gigi tetap saja kerasan dan diam, bergeming ditempatnya…Dan terpaksalah Centini merogoh kocek untuk meminta bantuan dokter gigi (minta bantuan atau saling menguntungkan ya?.....he..he..)..

Tiba-tiba ada terbersit ide SEDIKIT KONYOL dan EDAN dari Centini......dia kepingin membuat PERCOBAAN dengan RESIKO tidak main-main, menyangkut dirinya sendiri....

Selilit yang berSARANG sangat dalam disela-sela gigi berlubang Centini dibiarkan, dicoba tidak dibersihkan, tidak diutik……Dia diamkan selama dua hari…………….
Centini tidak berusaha untuk menghilangkan selilit tadi, dia hanya berdoa, memohon kepada Tuhan supaya selilit itu HILANG atau tidak lagi bercokol digiginya dengan sendirinya……

Apa yang terjadi? Ternyata selilit itu tidak beranjak sedikitpun dari lubang gigi Centini, bahkan membuat PERMASALAHAN BARU yakni rasa LINU yang luar biasa yang dirasakan Centini….. Selilit itu ternyata TIDAK MAU BERANJAK atau tidak mau hilang sendiri ….. bahkan menimbulkan masalah baru yang MENYAKITKAN………Padahal Centini sudah berdoa terus menerus…..

Itulah percobaan yang dilakukan oleh Centini ………
Ternyata hanya dengan DOA tanpa BERBUAT SESUATUPUN……sekecil apapun masalah yang dihadapi…….maka bukannya masalah tersebut akan selesai dengan sendirinya…tetapi justru masalah itu menjadi BERKEMBANG MEMBESAR…….dan menimbulkan EFEK-EFEK kemana-mana……..

Tuhan memberikan yang PALING SEMPURNA dibanding mahluk-mahluk lain yang diciptakanNYA………
Seharusnyalah dengan BEKAL YANG LEBIH dari yang lainnya itu manusia akan mengembangkan KEMAMPUANnya, BERIKHTISAR seMAKSIMAL mungkin untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya……
DOA dan IKHTISAR……..seharusnya SEIRING SEJALAN dan TIDAK TERPISAHKAN.........

Wass
Surabya, 26 September 2009
UPW

Kamis, 24 September 2009

MACAN


Dirumahku ada seekor kucing kampung yang kami pelihara. Karena memang lucu, bersih ekornya panjang dan coraknya persis seekor macan mini. Kucing itu aku namai MACAN......
Statusnya adalah milik Braam anakku...Tapi PRAKTEKnya justru aku yang lebih banyak PORSI PERHATIAN ke dia. Dari RUTININITAS dan KONSISTENSI memberi makan dan mengelusnya...
Minggu pagi, saat aku dan Braam dirumah, si MACAN berbaring nyantai.....dari berbaring disofa....kemudian kebawah, berbaring dilantai bawah meja makan...sebentar kemudian beralih berpindah tempat berbaring dibawah jemuran, disisi bagian belakang halaman rumah........

Rupanya hal itu menarik perhatian Braam. Braampun nyeletuk ::”Enak ya jadi kucing.....bisa berpindah-pindah berbaring seenaknya dari satu tempat ketempat lainnya”.........Sayapun tersenyum sambil mengomentari apa yang barusaja dikatakan Braam........”Braam....si MACAN pasti tersenyum mendengar komentarmu tadi ya.....” Pasti MACAN akan berkata dalam batinnya …....”Mas Braam ini LUCU, ANEH BIN AJAIB.......aku yang seekor kucing cuma bisa berbaring berpindah-pindah saja kok di IRI....””Padahal MANUSIA kan bisa LEBIH BANYAK yang bisa dia lakukan?” “Manusia bisa sekolah...bisa nyopir mobil...bisa pergi kemana-mana sendiri......dan banyaklah yang bisa dia lakukan dibanding aku seekor kucing...”
Braam pun tersenyum cenagr cengir mendengar komentarku.........Itulah seCUIL gambaran MANUSIA..........Kadang-kadang LUPA pada apa KELEBIHAN yang sudah diBERIKAN TUHAN padanya...

UPW

Senin, 21 September 2009

MANUSIA TIDAK LEPAS DARI KESALAHAN.....




PANASE mongso ketigo
SIREP soko GUYURAN UDAN sak kedepane moto.....
PANASE ATI
SIRNO ono ing dino kang FITRI ....


NGATURAKEN

SUGENG RIYADI 1 SYAWAL 1430 H


LEBARAN DAHAR KUPAT
PARING PANGAPUNTEN KULO GADAH LEPAT...
NYUWUN GUNGING PANGAKSAMI.......
ING DINTEN INGKANG FITRI....
SEDOYO KESALAHAN LINEBURNO
ING DINTEN PUNIKO......

0 - 0 ya...
Start dari yang BAIK menuju YANG LEBIH BAIK...

FROM THE BEST for ALL THE BEST